Mie Ayam Gondanglegi Murah Dan Enak

Pagi - pagi sekitar pukul delapan cuaca kala itu sedang mendung, hembusan udara dingin mampu meresap ke dalam kulit. Dari Kertosono salah satu kecamatan yang ada di kabupaten Nganjuk Jawa Timur daku telah berkemas dokumen dokumen ke dalam tas yang hendak di bawa ke kampus, setelahnya daku sarapan, mandi pakai pakaian serapi mungkin lalu menunggangi sepeda motor dan menuju ke rumah teman yang ada di Ngronggot kecamatan tetangga sebelah.

Dengan jarak sekitar lima kilometer daku bertemu dengan dua orang teman daku, kami bertiga menuju ke Kota Kediri dengan tujuan kampus tempat daku study yang jaraknya sampai dua puluh kilo meter yang bisa di tempuh sampai sekitar empat puluh lima menit dengan kecepatan sepeda motor cuma enam puluh kilo meter per jam.

Sesampai di kampus, kami memarkirkan sepeda motor di tempat parkir yang luasnya sampai dua kali lapangan sepak bola yang kebetulan nampak longgar karena memang hari itu adalah liburan semester, dari situ kami langsung menuju ke kantor mencari dosen pembimbing skripsi yang kebetulan juga beliau pas keluar dari kantor menuju ke tempat rapat.

Kamipun masuk ke dalam kantor mencari informasi tujuan dari dosen pembimbing, dari kata salah satu karyawan beliau sedang sibuk pengukuran lapangan bulu tangkis, dengan terpaksa kami menunggu di sekitar kantor. dari sejak pukul sembilan sampai tak terasa waktu sudah menunjukkan angka dua belas, dosen pembimbing skripsi nampak tiba dan masuk ke dalam kantor.

Kami masuk ke dalam menyusul beliau untuk menyodorkan bagian BAB I dari proposal kami tapi dengan wajah nampak letih lesu dan lelah beliau meminta waktu untuk istirahat dengan di iringi tulisan waktu istirahat kantor yang memang waktu itu adalah jam istirahat, kami pun memahami beliau memang nampak butuh istirahat karena kesibukannya hari itu. Mungkin juga beliau perlu piknik di akhir pekan ini.

Mendung mulai semakin menggelapkan langit, rintik - rintik semakin memperjelas suara atap bangunan, kami berteduh di teras kelas, jam 3 sore kami pulang dengan meninggalkan tumpukan kertas BAB I, di iringi bintik - bintik air yang jatuh dari atas kami pulang dengan menahan rasa lapar dari tadi pagi. Dengan kesepakatan bersama, kami mencari kedai mie ayam.

Di tengah perjalanan pulang kami, kami mampir juga di penjual mie ayam yang ada di desa Gondang Legi. Tiga mangkok mie ayam dan tiga glas es jeruk kami pesan, sambil menunggu siap di sajikan, kami makan krupuk ketela dan kripik usus kremes.

mie ayam
foto : kharistyo.blogspot.com

Sambil mengganjal perut dengan krupuk dan kripik, es teh datang dan rasanya wuih sueger cukup menghilangkan rasa dahaga semenjak pagi yang kurang minum. Terasa kremes kremes dan kriuk - kriuk mulai habis kami di sambut dengan masing - masing semangkok mie ayam di hadapan kami, bisa kebayang kalo pas lagi laper level tujuh di depan kita ada makanan hangat dan berkuah di dukung cuaca gerimis.

Di tambah sedikit caos, kecap dan sambal berasa berirama di lidah, di antara gurih sedikit kental dan hangat cukup terasa jelas di setiap panjang rongga tenggorokan, suatu rasa gurih yang luar biasa ini sangat di sayangkan apabila tak di resapi sungguh - sungguh di setiap sendoknya.

Satu saja kata yang cukup mendiskripsikan tentang rasa mie ayam ini yaitu enak, sampai tulisan ini di buat saja rasanya masih teringat jelas dan meninggalkan perasaan daku bahwa kapan - kapan mau balik lagi.

Kembali ke mie ayam lagi, dengan rasanya yang enak satu mangkok saja terasa banyak dan cukup memenuhi perut daku di samping itu harganya pun juga terbilang murah, berapa harganya? 3 mangkok mie ayam lima belas ribu, 3 gelas es teh tujuh ribu lima ratus, 2 krupuk ketela dua ribu, dan satu kripik seribu jadi total harga yang harus kami bayar senilai dua puluh lima ribu lima ratus rupiah sudah cukup membuat kenyak kami bertiga.

Nggak cuma mie ayam saja yang ada di kedai itu, kita bisa memilih banyak pilihan menu yang tersedia dengan harga murah. Untuk menu dan harga yang lebih detail di kedai tersebut sebagai berikut:

Mie ayam harga lima ribu rupiah
Bakso harag lima ribu rupiah, untuk minumannya;
Es degan harga tiga ribu rupiah
Es jeruk harga dua ribu lima ratus rupiah
Es teh harga dua ribu rupiah
Es batu harga lima ratus rupiah
Krupuk dan kripik masing - masing seribu rupiah

Selain itu, banyak pilihan minuman dingin botol yang tersedia di dalam freezer. Dan kelebihan di kedai tersebut banyak, seperti tempatnya yang luas banyak meja, kita bisa memilih untuk lesehan atau duduk di meja kursi yang tempatnya nyaman dan bersih, apalagi di tunjang dengan adanya Wi-Fi yang bisa daku gunakan secara gratis tentunya bisa membuat daku semakin nyaman dan betah di tempat itu.

Untuk tempatnya, di mana sih kedai tersebut, kedai mie ayam dan bakso itu daku temukan ketika pulang dari Kediri ke Kertosono melalui jalur Tanjunganom, tepatnya tempat itu adalah di Jalan Gondanglegi desa Gondang Legi Kecamatan Prambon Nganjuk.

Untuk ancer - ancernya kita bisa berpatokan dengan SPBU atau yang lebih di kenal dengan Pom Bensin Mrican Kediri, dari pom bensin menuju ke arah utara sekitar 150 meter atau sebelum sungai kecil di bagian kiri jalan ada kios yang menjual mie ayam dan bakso yang di pasangi banner menu mie ayam dan bakso di sekitar kios tersebut.

Setelah merasakan enaknya makan mie ayam di situ dan perut sudah kenyang, kami bertiga melanjutkan perjalanan pulang masih dengan keadaan gerimis, di tengah perjalan dua orang daku sudah sampai di rumahnya masing - masing, daku pun sendirian dan menjelang tiba di rumah malah hujan semakin deras, karena rumah sudah dekat daku terus saja bablas sampai di rumah baju sudah basah kuyub.

Setiba di rumah daku bergegas ganti baju dan istirahat di dalam kamar, rasa kenyang yang masih terasa daku mulai tertidur secara perlahan. Kapan - kapan bakal mampir lagi buat makan mie ayam itu, kalo kamu penasaran dengan rasanya, jangan sungkan - sungkan buat mampir ya....

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mie Ayam Gondanglegi Murah Dan Enak"

Post a Comment