Survei Tempat Penelitian Pertandingan Bola Voli

Survei Tempat Penelitian Pertandingan Bola Voli - Pagi - pagi tepat pada pukul 7.00 daku di suruh mengantarkan Ibu ke kantor, hal seperti itu tak jarang bagiku, yang sedikit menjadi keresahan hati bahwa Ibuku tak melulu berangkat dengan jam yang sama. Sehabis sarapan, daku mulai menggenjot pedal mesin dan mulai memutar handle gas, dengan waktu yang bersamaan terdengar ponselku berbunyi di balik saku celana, sebentar aku melihat sms dari teman yang isinya sebuah pertanyaan "berangkat jam berapa nanti?", daku jawab dengan singkat "jam 8".

Survei Tempat Penelitian
sumber gambar: youtube.com

Lalu dengan motor dinas daku mulai membonceng Ibu ke kantor yang jaraknya sekitar empat kilometer, di tengah perjalanan Ibuku bertanya "berangkat jam berapa?", jam setengah sembilan jawabku, sambil tetap memutar gas pada kecepatan 40km/jam daku sedikit berbohong bukannya tanpa alasan, agar Ibuku tak panik mengenai jadwalku yang mepet, daku berusaha tak terlihat terburu - buru mengantar meskipun pikiran teramat jelas bahwa kemarin malam daku sudah janjian dengan teman pada pukul 7 pagi.

Sesampainya di kantor tempat kerja Ibu, Ibuku turun di depan pintu gerbang dan daku pun tak butuh waktu lama untuk segera berputar balik ke rumah, dengan lancar daku menelusuri aspal - aspal yang mulus menggelindingkan ban motor daku. Sesampai di rumah, jarum jam menunjuk ke arah pukul 7 lebih 35 menit, dengan segera daku langsung mandi, ganti pakaian dan membawa tas yang berisi kertas - kertas penting di dalamnya.

Jam 7.50 dari Kertosono daku mulai menggeber motor menuju rumah teman yang berada di kec. Ngronggot, sesampainya di sana dia terlihat keluar dari pintu sambil membawa sepatu yang akan di kenakannya, pukul 8.00 daku di boncengnya berangkat ke Kediri, lengsung ke sebuah counter ponsel tapi ternyata masih tutup, kami pun memutar balik ke kampus yang ada di mojoroto.

Di kampus, kami ingin menemui dosen pembimbing proposal skripsi. Dari parkiran motor menuju kantor cukup belasan langkah kaki yang kami lakukan. Setiba di depan kantor terlihat dosen pembimbing daku membuka pintu dan menuju ke tempat yang tidak kami ketahui, kamipun menunggu di kursi yang berada di teras kantor dosen daku. Terhitung sejak kami duduk pada pukul sembilan sampai rasa ngantuk mulai menghinggap, pak dosen pun datang kembali ke kantor pada jam 10.

Daku membiarkan agar pak dosen pembimbing skripsi mulai masuk kantor dan duduk di tempatnya dahulu, setelahnya daku dan teman daku barulah masuk ke kantor dan menghadap ke dosen, dengan raut muka penuh pikiran, entah pikiran apa yang sedang membebani pak dosen, pak dosen pun meminta waktu untuk kembali keluar sebentar, kami pun kembali keluar dan duduk di luar semabari menunggu.

Singkat cerita, tak lama kemudian, sekitar 30 menit kemudian pak dosen kembali ke kantor, seperti biasa kami menunggu pak dosen duduk terlebih dahulu, lalu kamipun masuk dengan menyodorkan sebuah surat ijin penelitian dalam membuat proposal skripsi, namun ada tamu yang masuk ke ruangan alhasil kami pun di suruh menunggu di luar lagi.

Tak lama pak dosen keluar dan duduk di bangku sebelah, kamipun mulai menghampiri dan meminta saran apa saja yang perlu di teliti terkait judul skripsi kami tentang survei tempat penelitian volli. Dengan pengarahannya yang jelas dan mudah di mengerti, kami pun mulai lega. pukul 11 siang kami menuju ke Uniska yang mengadakan pertandingan voli antar SMA yang akan kami teliti. Dari kampus menuju Uniska memakan waktu sekitar 10 menitan tapi yang menguras tenaga adalah teriknya mentari yang menembus pakaian mampu menyengat kulit.

Sampai di Uniska kami langsung saja ke parkiran dan memarkirka motor, tak lama kami mendengar peluit, kami langsung menuju ke sumber suara tersebut yang ada di balik bangunan, tak perlu memutar untuk sampai di lapangan, cukup menelusuri lorong yang ada di tengah bangunan kami dapat menembus bangunan.

Penonton tampak berjejer di bawah atap teras kelas - kelas di bangunan kampus, mereka menghidari sinar matahari, dan sebagian ada di bawah pohon yang rindang. Kami menuju ke bawah pohon sambil mengamati pertandingan voli yang sudah sedari tadi di mulai. Sedikit mengamati tentang smash yang di lakukan oleh kedua tim yang sedang berlaga, di timpa panasnya sinar mentari di tambahi efek pembiasan sinar yang memantul dari lapangan voli yang berlantaikan keras.

Teriknya panas tiba - tiba perlahan di gusur oleh awan mendung di sertai rintik - rintik hujan yang turun, melihat jam yang ada di ponsel menunjukkan angka 1.05, kamipun beranjak pulang tapi belum jauh hujan semakin deras dan memaksakan kami berteduh di teras toko yang sedang tutup, hujan mulai reda meskipu rintik - rintik tetap turun kami memaksa untuk melanjutkan perjalan, kali ini kami sepakat untuk mampir ke pasar Bandar mencari mie ayam untuk mengisi perut yang sudah dari tadi keroncongan.

Di derasnya hujan, daku dan seorang teman masuk ke dalam kedai mie ayam, di sana tampak ramai dengan pengunjuk sebagian besar terdiri dari Ibu- ibu berpakaian PNS dan tak sedikit para pelajar yang mengenakan seragam. Tak lama pesanan dua mangkok mie ayam dan dua gelas es teh menghampiri kami, rasa hangat mulai merasuk ke dalam perut, sekelompok mahasiswi cantik dengan seragam putih - putih mulai datang dari balik pasar, mereka tampak ribut perdebatan anatara tempat yang kosong di kedai itu, salah seorang mahasiswi terdengar melantunkan suara yang lembut, manja terdengar di kuping jatuh ke hati rasanya mak ces sembari daku minum es teh, bukannya apa- apa suara itu mengingatkan daku kepada seseorang.

Daku tak berani melihat wajahnya, namun hanya sedikit melirik ke pin nickname yang di kenakannya, untuk memastikan apakah dia seseorang yang daku maksud. Yang daku maksud terpecah menjadi dua kemungkinan, apakah dia atau kah dia ?. Dengan memberanikan diri, daku melihat wajahnya, ternyata dia sedang menatap daku, sekelebat dakupun mengelak pandangan dengan gugup, wajahnya tampak mirip dengan seseorang tapi daku yakin betul bahwa bukan dia yang daku maksud, ngenesnya pas daku menatapnya terdengar lagu yang dari tadi menyala "kau meninggalkanku tanpa perasaan....." ngejleb daku langsung baper gara - gara radio yang menyuarakan lagu- lagu pop slow itu.

Karena kedai tampak ramai, segerombolan mahasiswi itupun pergi, daku tetap melanjutkan makan menghilangkan rasa lapar yang ada. Makanan habis, urusan kasir terbayarkan, karena kedai tetap ramai dan ada pengunjung lain datang, daku dan seorang teman daku meninggalkan kedai dan berteduh sedikit lebih jauh dari kedai tersebut, butuh kima belas menit menunggu hujan reda kami mulai melanjutkan perjalanan pulang.

Di tengah perjalan pulang kami mampir ke toilet yang ada di pengisian BBM, daku masuk ke dalam toilet dan terdengar suara knalpot motor daku yang berbunyi, daku tahu persis bagaimana bunyinya, pikiran panik langsung merangsak tapi keadaan tak memungkinkan untuk keluar toilet saat itu juga, keluar toilet benar saja tempat parkir motor daku terlihat kosong hanya sebuah helm daku yang tertinggal, apakah motor daku di bawa lari teman daku? sembari panik, daku menatap ke berbagai arah tak nampak motor daku.

Iya, benar saja, motor daku ternyata di bawa lari oleh teman daku ke mesin pengisian bensin motor daku tak nampak karena tertutup mobil di depannya. hehehe...... setelah tanki motor daku diisi teman daku, dia pun ke toilet sebantar dan melanjutkan perjalanan, daku harus mampir ke rumah teman daku karna daku yang melewati rumahnya. Sesampainya, dia langsung daku tinggal di rumahnya, giliran daku saja yang melanjutkan perjalanan sendirian, tak butuh waktu lama karena perjalanan tak begitu jauh, sesampai di rumah jam sudah pukul tiga sore, daku ganti pakaian, cuci muka, cuci tangan kaki lalu pergi ke kamar terus tidur. sekian....

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Survei Tempat Penelitian Pertandingan Bola Voli"

Post a Comment